Peradaban Pesantren Sebagai Model Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
(Analisis Terhadap Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 Tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta)
DOI:
https://doi.org/10.57210/qalam.v6.i02.240Abstract
Mengkaji secara kritis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang tertuang dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No. 6077 Tahun 2025 serta menelusuri pesantren sebagai model ideal penerapannya. Lahir sebagai respons terhadap meningkatnya kekerasan, krisis moral, dan degradasi kemanusiaan di Indonesia, KBC dihadirkan untuk membangun pendidikan Islam yang humanis, inklusif, dan spiritual. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menelaah konsep, prinsip, dan tujuan KBC, sekaligus membandingkannya dengan tradisi pendidikan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai utama KBC meliputi cinta kepada Tuhan, sesama manusia, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan bangsa telah lama dipraktikkan secara utuh dalam pendidikan pesantren melalui keteladanan kiai, kedisiplinan santri, pembiasaan ibadah, internalisasi akhlak, tradisi keilmuan, serta kegiatan sosial dan kebangsaan. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, moralitas, dan peradaban. Karena itu, pesantren layak dijadikan rujukan utama dalam implementasi KBC di madrasah maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Kajian ini menegaskan bahwa KBC bukan kurikulum baru pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan penguat nilai-nilai pendidikan Islam yang selama ini telah menjadi ruh pesantren. Dengan menjadikan pesantren sebagai model implementasi, KBC berpotensi membentuk generasi Indonesia yang berakhlak, toleran, cinta lingkungan, dan berwawasan kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045
References
Amin, Samsul, Munir., Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : Amzah, 2015.
Azzahra dkk, berjudul Analisis Kurikulum Pesantren: Konsep, tujuan dan Implementasi dalam Pendidikan Islam. (Jurnal Kajian Agama Islam, Vol 9 (3), Tahun 2025 eISSN: 24431186.
Fadli, Aldi., Pesantren : Sejarah dan Perkembangannya, Jurnal El-Hikam : Jurnal Pendidikan , Vol. V, Nomor 1, Januari – Juni 2012.
Hilmy, Masdar (https://www. Kompas.id/artikel/ Menakar Kurikulum Cinta, diunduh pada 01 Desember 2025 pukul 14.32 wib.
Keputusan Dirjend Pendis No. 6077 Tahun 2025 Tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta.
Merriam, Sharan, B., Qualitatif Research: A Guide to Design and Implementation, dalam Dr. H. Susari, M.A., Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Multikulturalisme (Studi Kasus di SMAN 8 Kota Tangerang), Ciputat Timur: Young Progressive Muslim, 2012.
Mun’im, A. Rafiq Zainul, Peran Pesantren Dalam Education For All di Era Globalisasi, dalam http://ejournal.sunan-ampel-ac.id/article/view/177/162. diunduh pada 03 Desember 2025, Pukul 19.00 wib.
Raudhah, Proud to be Professionals, Jurnal Tarbiyah Islamiyah, Vol. 3 Nomor 2 Edisi Desember 2018. P-ISSN : 2541-3686.
Rohman, Nur, (Penyebab Perilaku Menyimpang pada Remaja dan Upaya Pencegahannya - Universitas Wira Buana, pada 30/ 11/ 2025, pukul 16.40 wib.)
Sangaji., Etta Mamang., dan Dr. Sopiah, M.M., Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian, Yogyakarta: Andi Offset, 2010, h. 26.
Suharto, Toto., Filsafat Pendidikan Islam, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.
Sutikno, Sobry, Dr. M. Manajemen Pendidikan, Lombok: Holistikka, 2012.
Zainal Arif, Pengembangan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan Islam, Yogyakarta: Diva Press, 2012.
Zainuddin, M., https://www.kompas.id/artikel/transformasi-pesantren-dalam-pembangunan-peradaban, diunduh Sabtu, 06 Desember 2025, pukul 16.01 wib.

