PERKEMBANGAN SAINS DALAM SEJARAH PERADABAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.57210/trq.v4.i02.122Keywords:
Bait al-Hikmah, sains, sejarah peradaban IslamAbstract
Dinasti Abbasiyah, yang mencapai puncaknya di bawah kepemimpinan Khalifah Harun al-Rashid, memainkan peran krusial dalam kemajuan ilmu pengetahuan, sastra, seni, dan filsafat dalam sejarah peradaban Islam. Dinasti ini dikenal sebagai pusat kegiatan intelektual yang sibuk, terutama dengan pendirian Bait al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) di Baghdad, yang menjadi tempat penting untuk pembelajaran dan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analisis untuk mengeksplorasi kontribusi Dinasti Abbasiyah dalam kemajuan ilmiah dan budaya. Metode yang diterapkan mencakup kajian literatur historis dan analisis karya-karya yang dihasilkan selama era Abbasiyah, dengan fokus pada penerjemahan karya klasik dan produksi karya ilmiah dalam matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Abbasiyah, di bawah kepemimpinan Harun al-Rashid, mencapai puncak kejayaannya dengan mendirikan Bait al-Hikmah sebagai pusat pembelajaran. Para sarjana Abbasiyah menerjemahkan karya-karya klasik dari Yunani, Persia, dan India, serta menciptakan kontribusi ilmiah dan budaya yang signifikan. Meskipun periode keemasan Abbasiyah tidak bertahan selamanya dan mengalami penurunan, warisan intelektual dan budayanya tetap berpengaruh besar dalam sejarah peradaban Islam dan terus menginspirasi hingga saat ini.
Downloads
Published
Data Availability Statement
Saya telah mengirim artikel dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih.

