MENGGAPAI KETENANGAN DALAM SELAPANAN: STUDI ATAS FENOMENOLOGI SELAPANAN DI PONDOK PESANTREN AL-INSANIYAH KOTA SALATIGA
DOI:
https://doi.org/10.57210/trq.v5.i01.128Keywords:
sekularisasi, sekulerisme, Islam, historiAbstract
Artikel ini akan mengkaji tentang pengajian selapanan di pondok pesantren Al-Insaniyah dengan menggunakan pendekatan fenomenologi agama. Pendekatan ini dipilih agar lebih mengetahui makna dan pandangan serta hal yang dirasakan para jama'ah yang mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu, adanya tulisan ini memberikan pemahaman terhadap masyarakat luas terkait makna pengajian selapan di pondok pesantren Al-Insaniyah yang erat kaitanya dengan manfaat yang diperoleh ketika mengikuti acara tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif (library research) dengan melakukan wawancara secara langsung yang digunakan sebagai data primer. Data sekunder diperoleh dengan mengkaji karya tulis sebelumnya terkait selapanan menggunakan metode deskriptif-analisis yakni mensistematikan data atau beberapa keterangan yang ada untuk kemudian dianalisis oleh penulis. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa hal yang unik dari selapanan di pondok pesantren Al-Insaniyah adalah rangkaian acara yang disusun bukan hanya memenuhi formalitas saja, akan tetapi juga mengandung makna tersirat didalamnya. Selain itu, selapanan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren Al-Insaniyah bukan hanya untuk persoalan spiritualitas saja, namun persoalan sosial yakni menaruh harapan besar ke depan agar terus berkembang terjalin persaudaraan dalam selapanan itu yakni agar saling mengenal dan sharing pekerjaan. Hal ini disebabkan karena evolusi industri membuat yang membuat warga desa Druju bukan hanya sekedar menjadi petani namun bekerja juga dipabrik. Tentu hal ini membuat pudarnya ruang sosial dikalangan warga desa. Maka dari itu selapanan hadir untuk memupuk kembali ruang sosial sekaligus ruang spiritual.
Downloads
Published
Data Availability Statement
Saya telah mengirim artikel dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih.

