PARADOKS KELUARGA SAKINAH: RELASI KUASA DAN WACANA PATRIARKI
DOI:
https://doi.org/10.57210/trq.v5.i01.129Keywords:
keluarga sakinah, relasi kuasa, patriarkiAbstract
Penelitian ini mendiskusikan paradoks konsep keluarga sakinah, sebuah cita-cita rumah tangga harmonis dalam Islam yang berlandaskan keadilan dan kasih sayang. Akan tetapi dalam praktiknya, konsep ini seringkali dikonstruksi dalam wacana Islam patriarkal yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin mutlak dan perempuan sebagai individu yang harus patuh. Wacana ini diperkuat oleh interpretasi teks agama, budaya, dan tradisi, sehingga melanggengkan bias gender yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan analisis wacana kritis, adapun teorinya adalah hegemoni Antonio Gramsci serta relasi kuasa Michel Foucault digunakan untuk menganalisis bagaimana konsep keluarga sakinah berfungsi sebagai alat kontrol yang mempertahankan dominasi laki-laki dalam rumah tangga. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana perempuan bernegosiasi dengan wacana ini dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui penerimaan, adaptasi, maupun resistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana patriarkal termanifestasi dalam penekanan pada kepatuhan istri dan kepemimpinan suami, yang seringkali menormalisasi ketimpangan. Perempuan tidak hanya diawasi oleh suami, tetapi juga oleh masyarakat, menciptakan self-surveillance. Gerakan feminisme Islam menantang wacana ini dengan menawarkan interpretasi yang lebih inklusif.
Downloads
Published
Data Availability Statement
Saya telah mengirim artikel dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih.

