PENDEKATAN FILOLOGI EDWAR DJAMARIS DALAM MAKNA MANTRA TRADISI COWONGAN DI DESA PANGEBATAN

Authors

  • Annisa Lutfiana Pascasarjana, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Author
  • Kholid Mawardi Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Author

DOI:

https://doi.org/10.57210/trq.v5.i01.130

Keywords:

pendekatan filologi, makna mantra, cowongan

Abstract

Tradisi merupakam bagian dari kebudayaan yang tidak dapat terpisahkan,mencakup nilai-nilai kebiasaan, norma, dan adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna mantra dalam tradisi cowongan di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan pendekatan filologi Edward Djamaris. Cowongan, yang awalnya merupakan tradisi untuk meminta hujan di kalangan petani pada musim kemarau panjang, kini diangkat kembali sebagai seni pertunjukan dan bukan lagi sebagai ritual untuk meminta hujan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada stakeholder serta masyarakat setempat. Makna mantra dalam pertunjukan cowongan dianalisis menggunakan teori filologi Edward Djamaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui mantra, pawang merasakan rasa syukur dan kagum terhadap kebijaksanaan nenek moyang yang mampu membaca kejadian alam serta menyusun kata-kata menjadi doa yang penuh makna. Salah satu lirik mantra menggambarkan buah kolang-kaling yang banyak menyimpan air dan tumbuh di daerah lereng, yang menjadi simbol mata air sebagai sumber kebahagiaan yang diturunkan. Cowongan, yang kini berfungsi sebagai pertunjukan seni, tetap melestarikan dan menghargai budaya nenek moyang yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Downloads

Published

2025-06-30

Data Availability Statement

Saya telah mengirim artikel dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih.

How to Cite

PENDEKATAN FILOLOGI EDWAR DJAMARIS DALAM MAKNA MANTRA TRADISI COWONGAN DI DESA PANGEBATAN. (2025). AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 5(01), 22-31. https://doi.org/10.57210/trq.v5.i01.130