NILAI SIMBOLIS DAN BUDAYA PADA ARSITEKTUR MASJID AGUNG DEMAK

Authors

  • Fadila Eka Gustina Prodi Sejarah Peradaban Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta Author
  • Nazwa Alya Putri Prodi Sejarah Peradaban Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta Author
  • Muhammad Sarjiki3 Prodi Sejarah Peradaban Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta Author
  • Sari Febriani Prodi Sejarah Peradaban Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.57210/trq.v5.i01.131

Keywords:

Masjid Agung Demak, arsitektur Islam, nilai simbolis, budaya Jawa, akulturasi

Abstract

Masjid Agung Demak merupakan salah satu warisan budaya Islam yang mencerminkan akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal Jawa. Arsitektur masjid ini memiliki nilai simbolis yang dalam, terlihat dari penggunaan Saka Guru, atap bertingkat tiga, serta ornamen khas yang melambangkan filosofi Islam dan kesinambungan tradisi Hindu-Buddha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur yang membahas aspek sejarah, simbolisme, dan budaya dalam desain masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat penyebaran Islam dan interaksi sosial masyarakat. Elemen seperti Pintu Bledeg, kolam wudhu, serta motif ukiran pada mihrab dan mimbar menggambarkan integrasi nilai-nilai Islam dengan kepercayaan lokal. Keberadaan simbol Surya Majapahit menunjukkan kesinambungan antara kerajaan Hindu-Buddha dengan Kesultanan Demak. Dengan demikian, Masjid Agung Demak merupakan bukti nyata adaptasi Islam dengan budaya lokal, menjadikannya sebagai salah satu contoh keberhasilan dakwah Islam yang harmonis di Nusantara.

Downloads

Published

2025-06-30

Data Availability Statement

Saya telah mengirim artikel dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih.

How to Cite

NILAI SIMBOLIS DAN BUDAYA PADA ARSITEKTUR MASJID AGUNG DEMAK. (2025). AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 5(01), 32-42. https://doi.org/10.57210/trq.v5.i01.131