REVITALISASI SYIAR ISLAM DALAM TRADISI "DEKAH DESA" DUSUN PABREGAN; MENJAGA KEARIFAN LOKAL ERA MILENIAL
DOI:
https://doi.org/10.57210/trq.v6.i01.222Keywords:
Dekah Desa, Dakwah Islam, Pelestarian Budaya, MilenialAbstract
Penelitian ini mengkaji pelestarian tradisi dekah desa di Dusun Pabregan, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, sebagai manifestasi nilai budaya dan dakwah Islam. Dengan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian lapangan, studi ini mengidentifikasi proses sosial yang membentuk tradisi tersebut, meminjam teori interaksionisme simbolik dari George H. Mead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekah desa merupakan perpaduan antara budaya lokal dan ajaran Islam, yang diwujudkan dalam rangkaian ritual seperti kirab gunungan, penyembelihan kambing, slametan, dan pentas seni. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk syukur atas hasil bumi, tetapi juga sebagai sarana dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, sebagai contoh pertunjukan kreatifitas seni dengan menyisipkan ajaran Islam serta rangkaian ritual dimana kultum dan pengajian menjadi pembuka acara dekah desa ini. Masyarakat, terutama generasi milenial, dalam revitalisasi makna tradisi ini serta menyebarluaskanya tentu harus mampu berperan aktif dalam melestarikan tradisi ini melalui media sosial dan inovasi digital mengingat dinamika pengetahuan dan kemajuan zaman yang semakin pesat, sehingga dekah desa tetap eksis dan menjadi simbol harmoni antara budaya lokal dan ajaran Islam.
Downloads
Published
Data Availability Statement
Data dimiliki pribadi penulis

