ISLAMISASI DAN JARINGAN ULAMA DI DUNIA MELAYU

PERSPEKTIF SEJARAH TERHUBUNG KAWASAN SAMUDRA HINDIA

Authors

  • suminah suminah IAIN Takengon Author
  • Kamaruzzaman Kamaruzzaman Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.57210/trq.v6.i01.480

Keywords:

Islamisasi; Jaringan Ulama; Terhubung Kawasan ; Samudra Hindia; Dunia Melayu.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses Islamisasi di Dunia Melayu melalui jaringan ulama dalam perspektif Connected History kawasan Samudra Hindia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah melalui studi kepustakaan terhadap manuskrip, dokumen sejarah, dan literatur akademik yang relevan. Analisis dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memadukan konsep jaringan ulama dan Connected History. Hasil penelitian menunjukkan bahwa islamisasi di Dunia Melayu merupakan proses transregional yang dibentuk oleh keterhubungan perdagangan maritim, mobilitas ulama, perjalanan haji, transmisi manuskrip, serta institusi pendidikan Islam seperti dayah, pesantren, surau, dan pondok. Institusi tersebut berfungsi sebagai simpul jaringan intelektual yang menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan pembentukan identitas Islam Melayu. Penelitian ini menawarkan Model Connected History Islamisasi Dunia Melayu yang mengintegrasikan jalur maritim, jaringan ulama, institusi pendidikan, transmisi keilmuan, dan identitas Islam Melayu dalam satu kerangka analisis. Model tersebut memperkaya historiografi Islam Asia Tenggara melalui perspektif transregional yang lebih komprehensif.

Downloads

Published

2026-02-01

Data Availability Statement

Jalur Perdagangan dan Intelektual: Samudra Hindia berfungsi sebagai jalan raya maritim yang menghubungkan Timur Tengah, anak benua India, dan Dunia Melayu. Jaringan ini tidak hanya dilalui oleh para pedagang, tetapi juga oleh ulama dan sufi yang membawa ajaran Islam.  Peran Ulama dan Tarekat: Para ulama berperan sebagai agen Islamisasi utama. Mereka menyebarkan Islam melalui pengajaran tasawuf, pendidikan di pesantren atau surau, serta karya-karya kitab yang ditulis dalam bahasa Melayu dan Arab.  Dua Arah Hubungan (Timbal Balik): Ulama dari Dunia Melayu banyak yang menuntut ilmu ke Haramain (Makkah dan Madinah) atau Yaman, lalu kembali ke Nusantara untuk mengajar. Sebaliknya, ulama dari Hadramaut (Yaman) atau India juga datang dan menetap di Nusantara, berasimilasi, dan menyebarkan Islam.  Pusat-Pusat Kajian: Kajian ini menyoroti bagaimana kota-kota pelabuhan seperti Samudera Pasai, Aceh, dan kemudian Aceh Darussalam menjadi simpul penting yang menghubungkan jaringan keilmuan lokal dengan jaringan global dunia Islam.

How to Cite

ISLAMISASI DAN JARINGAN ULAMA DI DUNIA MELAYU: PERSPEKTIF SEJARAH TERHUBUNG KAWASAN SAMUDRA HINDIA. (2026). AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 6(01), 66-77. https://doi.org/10.57210/trq.v6.i01.480