DIALEKTIKA QIRA’AT SAB’AH DAN QIRA’AT ‘ASYRAH DALAM PERSPEKTIF SEJARAH DAN IMPLIKASI KEILMUAN
DOI:
https://doi.org/10.57210/trq.v6.i02.490Keywords:
Qira’at Sab‘ah, Qira’at ‘Asyrah, Ibn Mujāhid, Ibn al-Jazarī, Sejarah Qira’atAbstract
Artikel ini membahas dialektika qira’at sab‘ah dan qira’at ‘asyrah dalam perspektif sejarah dan implikasi keilmuan. Kajian ini bertujuan menjelaskan proses kodifikasi qira’at sab‘ah, perkembangan menuju qira’at ‘asyrah, perbedaan konsep dan ruang lingkup keduanya, serta implikasinya bagi tafsir Al-Qur’an, pendidikan qira’at, dan studi Al-Qur’an kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan analisis-deskriptif terhadap sumber primer dan sekunder, terutama karya-karya klasik ilmu qira’at dan literatur akademik mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa qira’at sab‘ah merupakan fase kanonisasi awal yang dipopulerkan Ibn Mujāhid, sedangkan qira’at ‘asyrah merupakan perluasan ilmiah yang dipertegas oleh Ibn al-Jazarī berdasarkan validitas sanad, kesesuaian rasm ‘Utsmānī, dan kaidah bahasa Arab. Temuan ini menegaskan bahwa relasi sab‘ah dan ‘asyrah bersifat kesinambungan, bukan pertentangan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kedua tradisi qira’at tersebut memiliki kontribusi penting dalam pengembangan tafsir, pedagogi qira’at, dan otoritas bacaan Al-Qur’an.
Downloads
Published
Data Availability Statement
Mohon maaf saya belum banyak menyediakan data penelitian atau saya belum menulis banyak artikel. Adapun untuk mengakses data saya bisa melihat di link ini: Ahmad Sahal - Google Scholar

