MENGGAGAS EPISTEMOLOGI DALAM FILSAFAT ISLAM
Keywords:
epistemologi, empirisme, hikmah muta’aliyah, rasionalismeAbstract
Penelitian ini adalah penenitian kepustakaan atau Library Research, tujuan dari penelitian ini adalah mencari titik temu antara dua corak epistemologi rasionalisme Platonik dan empirisme Aristotalian. Tidak bisa dipungkiri bahwa rasionalisme dan empirisme memberikan warna bagi perkembangan filsafat, baik filsafat Barat maupun filsafat Timur khususnya Islam. Namun tidak saja berhenti sampai pada wilayah filsafat, bahkan perkembangan di berbagai bidang ilmu pengetahuan juga sangat diwarnai oleh kedua aliran epitemologi tersebut. Saat rasionalisme mencapai puncak kejayaannya dan empirisme mencapai puncak dominasinya upaya mempertemukan kedaua aliran tersebutpun khususnya di Barat tidak dilakukan sampai akhirnya Imanuel Kant (1724-1804) dengan sangat tajam muncul untuk memberi kritik dan meluruskan sikap eksklusifis kedau aliran tersebut.
Berbeda dengan dunia Islam, upaya mempertemukan kedua epistemologi secara damai selalu diupayakan dari sejak zaman Klasik sampai zaman Pertengahan. Mulla Sadra seorang filsuf mistikus mampu mempertemukan keduanya dengan sangat indah, bahkan menjelma menjadi suatu aliran besar dalam filsafat Islam yakni Hikmah Muta’aliyah. Untuk sampai pada pengetahuan yang benar rasio saja tidak cukup, namun membutuhkan tindakan (ibadah, metode demonstrasi) yang mengarah pada kesucian Jiwa hingga mencapai kasyf atau ketersingkapa. Suatu epistemologi khas Islami yang memadukan antara wahyu dan akal manusia. Semakin jelas perpaduan antara syariat, tarikat, ma’rifat dan hakikat.
Downloads
Published
Data Availability Statement
Saya telah mengirim artikel dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih.

