PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI DAN TERNAK DI DESA LAYANSARI KECAMATAN GANDRUNGMANGU
Keywords:
Training, Organic Fertilizer, Farmer GroupsAbstract
Training in making organic fertilizer is an effective strategy to improve environmental quality and community potential, especially in Indonesia where the majority of the population is involved in the agricultural sector. This training aims to reduce dependence on inorganic fertilizers which have a negative impact on the environment, by utilizing agricultural waste and animal waste as raw materials for organic fertilizer. Through training, the community not only acquires technical skills in making fertilizer, but also increases awareness of the importance of waste management and environmental conservation. Apart from that, the use of organic fertilizer can also reduce agricultural production costs and provide additional economic opportunities for farmers. Thus, this training plays an important role in maintaining soil quality, increasing land productivity, and supporting agricultural sustainability. The service methods used in this activity are planning, observation, training and discussion. This activity is carried out with direct practice and discussion. The result of this community service is training in Layansari Village equipping the community with fermentation techniques to process goat kohe into organic fertilizer, increasing soil fertility, and reducing the use of chemical fertilizers for more sustainable agriculture.
References
Arif, S. (2020). Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Limbah Kotoran Sapi Untuk Meningkatkan Produktifitas Pertanian Warga Di Dusun Genuk Desa Snepo Kec Slahung Kab. Ponorogo. InEJ: Indonesian Engagement Journal, 1(2). https://doi.org/10.21154/inej.v1i2.2328
Atmojo, S. W. (2006). Degradasi lahan & ancaman bagi pertanian.
Hartatik, W., Husnain, & Widowati, L. R. (2015). Peranan Pupuk Organik dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman Role of Organic Fertilizer to Improving Soil and Crop Productivity. Sumberdaya Lahan, 9(2), 107–120.
Ichwanto, M. A., Asmara, D. A., Ramdhani, L. G. O., Nursafitri, R., & Najla, N. (2022). Pemanfaatan Limbah Kotoran Kambing Sebagai Pupuk Organik Di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang. Jurnal Graha Pengabdian, 4(1), 93. https://doi.org/10.17977/um078v4i12022p93-101
Roidah, I. S. (2013). Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah. 1(1).
Siregar, F. A. (2023). Penggunaan Pupuk Organik Dalam Meningkatkan Kualitas Tanah Dan Produktivitas Tanaman. Jurnal, 1–11.
Suhandi, A. (2023). Strategi Fundraising Dan Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Ekonomi Mustahik Pada Lembaga Filantropi Baznas Kabupaten Kuningan. AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics, 1(1), 44–55. https://doi.org/10.61553/abjoiec.v1i1.22
Sulistyani, A. T., & Wulandari, Y. (2017). Proses Pemberdayaan Masyarakat Desa Sitimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Dalam Pembentukan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 2(2), 146. https://doi.org/10.22146/jpkm.27024
Surya, A. A., Ramli, N. A. S., Saputri, P. I., Rahmatia, & Yunus, S. R. (2021). Pembuatan pupuk organik menggunakan kotoran kambing. Jurnal Lepa-Lepa Open, 1(1), 103–106.
Widyawati, R. E. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Petani Dalam Pengembangan Pertanian Organik Di Desa Gading Kencana Kecamatan Tulang Bawang Udik Tulang Bawang Barat Skripsi. Skripsi, 5, 1–14.